Friday, April 12, 2013

Motor 250cc yang akan dikeluarkan oleh Yamaha

Ternyata ini dia 250 cc yang diterbitkan Yamaha di tahun 2013…Silakan disimak dulu spesifikasinya:



Engine 

Type 249cc air/oil-cooled 4-stroke; SOHC, 2 valves
Bore x Stroke 74.0 x 58.0mm
Compression Ratio 9.5:1
Fuel Delivery Mikuni® 29mm BSR
Ignition DC-CDI
Starting System Electric
Transmission 5-speed; wet multiplate clutch
Drive Train 2WD; sealed O-ring chain, eccentric adjustment

Chassis 

Suspension / Front Independent double wishbone; 5-way preload-adjustable shocks, 7.5-in travel
Suspension / Rear Swingarm, preload-adjustable, 7.9-in travel
Brakes / Front Dual hydraulic disc
Brakes / Rear Hydraulic disc
Tires / Front Dunlop® AT20 x 7-10
Tires / Rear Dunlop® AT19 x 10-9

Dimensions 

L x W x H 64.0 x 42.1 x 40.9 in
Seat Height 28.7 in
Wheelbase 43.7 in
Ground Clearance 3.9 in
Fuel Capacity 2.4 gal
Wet Weight 330 lb

Other 

Lighting Dual 30W Krypton multireflector headlights & 21/5W brakelight
Warranty 6 Month (Limited Factory Warranty)

Spesifikasi harga Yamaha X-Ride matic cross terbaru

Yamaha X-Ride - Adalah produk motor matic terbaru keluaran Yamaha. Yamaha X Ride resmi diluncurkan pada tanggal 27-28 Maret 2013 di Yogyakarta.

Matic yang bergaya cross ini sangat menarik untuk kita simak, spesifikasi Yamaha X-Ride mempunyai keunggulan. Yaitu: mampu berjalan di genangan air, mampu berjalan di jalan rusak, mempu menjadi matic cross pertama di Indonesia, posisi tangki di bawah jok, mempunyai Smart Lock System, harga Yamaha X-Ride terjangkau, dll.

Motor Yamaha X-Ride mengambil referensi dari Soul GT, tetapi untuk pecinta modifikasi matic. Yamaha X-Ride mungkin dapat dijadikan salah satu modifikasi andalan anda, karena bersamaan dengan peluncuran Yamaha X-Ride aksesoris motor cross inipun keluar di pasaran.

Spesifikasi Yamaha X-Ride

Baiklah berikut ini spesifikasi lengkap Yamaha X-Ride, yang tercakup: mesin, bahan bakar, transmisi, ukuran, tipe ban dan rem Yamaha X-Ride.


Mesin

cc: 115cc
Mesin: 4-stroke, SOHC 2-katup satu silinder berpendingin udaraIsi silinder: 113,69 cc
Diameter x Langkah: 50 x 57,9 mm
Rasio kompresi: 9,30: 1
Accu: Tipe kering
Busi: NGK / CR6HSA
Type: Matic
Max tenaga: 7,75 PS putaran 8500 rpm


Bahan bakar

Sistem bahan bakar: Injeksi YMJET-FI
Kapasitas tangki: 4,8 liter
Kapasitas oli mesin: 0,8 liter
Bahan bakar: Bensin tanpa timbal oktan 91
Sistem pengapian: TCI


Transmisi

Tipe transmisi: V-belt
Jenis rangka: Steel underbone
Gigi rasio akhir: 9,822 (47/15 x 41/13)
Filter udara: Kertas (basah)


Ukuran

Panjang x Lebar x Tinggi: 745 x 1.880 x 1.085 mm
Sudut rake / trail: 26.5O / 110 mm
Jarak terendah dari tanah: 120 mm
Sumbu roda: 1.275 mm
Radius belok: 1.900 mm
Tinggi jok: 780 mm
Berat isi: 99 kg


Dan lain-lain

Headlamp: 12 V 35W/35W x 1
Ban depan: 70/90-14M / C 34P
Ban belakang: 100/70 – 14M / C 51P
Torsi puncak: 8,5 Nm di 5000 rpm
Rem belakang: Rem teromol
Rem depan: Rem cakram, Single-piston

Beberapa Keunggulan Yamaha X-Ride, banyak ditemukan di dalamnya yang sudah dijelaskan di spesifikasi.

Harga

Harga Yamaha X-Ride, berbagai variannya:
Special Edition dan Adventure Rp.14,4 juta
X-Ride model special edition Rp 15 juta
Yamaha X-Ride model adventure Rp 16,565 juta
*produksi terbatas


Foto Yamaha X-Ride




Di atas adalah review Yamaha X-Ride, meliputi spesifikasi harga dan foto dari X Ride.


Komponen Yamaha V-Ixion


                                             
Pabrikan Yamaha punya cara unik dalam menjelaskan sistem injeksi pada V-Ixion. Kinerjanya diibaratkan tubuh manusia. Kulit ibarat sensor suhu yang apabila terkena terik matahari akan menginformasikan kepada otak (ECU) bahwa kondisi sedang panas. Sedangkan MAQS (modulized air quantity sensor) ibarat hidung yang menghirup udara masuk ke dalam tubuh melewati tenggorokan. Volume serta temperatur udara yang masuk melalui hidung juga diinformasikan kepada otak.

Selanjutnya otak mengolah informasi dari kulit dan hidung untuk diputuskan seberapa banyak air yang akan diminum. Air ibarat bensin yang akan disemprotkan oleh injektor. Lalu tangan bertugas sebagai eksekutor atas perintah otak untuk menuangkan air ke dalam gelas. Tangan akan menuang air lebih banyak jika terasa sangat haus. Dan sebaliknya jumlah air dalam gelas akan dikurangi apabila tidak terlalu haus. Dengan kata lain, jumlah air yang diminum secara otomatis menyesuaikan kebutuhan tubuh manusia (mesin).

Melihat kinerja komponen pada MAQS, sistem injeksi V-Ixion masuk kategori tipe D-Jetronic. Sebab jumlah udara masuk tidak diukur lewat air flow meter (AFM) tapi ditentukan oleh intake air pressure sensor (IAPS). Dimana IAPS prinsip kerjanya sama dangan manifold absolute pressure (MAP). IAPS mendeteksi tekanan udara intake manifold (saluran masuk).

Komponen injeksi V-Ixion meliputi sensor group yaitu komponen yang bertugas mendeteksi kondisi mesin lalu mengirimnya berupa sinyal ke ECU. Sensor-sensornya meliputi throttle position sensor (TPS), intake air temperature sensor (IATS), intake air pressure sensor (IAPS), lean angel sensor (LAS), coolant temperature sensor (CTS) dan crankshaft position sensor (CPS).

Control group yaitu komponen yang bertugas mengolah data yang dikirim oleh sensor group. Setelah data diproses, gantian control group mengirim sinyal menuju actuator group untuk melakukan sesuatu. Yang termasuk komponen control group yaitu electronic control unit (ECU).

Terakhir, actuator group yaitu komponen yang bertugas menjalankan perintah dari ECU untuk menyemprotkan bensin dalam jumlah tertentu. Injektor sebagai eksekutornya. Injektor bisa bekerja sempurna karena dibantu oleh pompa bensin yang konstruksinya menjadi satu unit dengan fuel pressure regulator (FPR) dan saringan bensin (fuel filter).

Selain injektor, yang termasuk kategori komponen actuator group yaitu FID (fast idle solenoid valve). Sebab FID bekerja secara otomatis atas perintah ECU untuk menambah aliran udara saat suhu mesin masih dingin. Dampak positifnya mesin menjadi lebih mudah dihidupkan. Kinerja FID mirip sistem choke otomatis pada karburator.

Penulis: Agus ‘Zoelis’ Triyono


Sumber: otomotifnet.com

Setting CO Motor Injeksi

Karbon monoksida (CO) adalah gas tidak berwarna, gak berbau dan berasa. Muncul dari pembakaran ngak sempurna di mesin pembakaran dalam, akibat kekurangan oksigen atau kelebihan bensin dari kesalahan seting alat penyuplai gas bakar sistem manual.

Lantas agar kadar CO minim, penyuplai sistem injeksi yang sarat sensor pun diterapken. Seperti di Yamaha V-Ixion, Honda Supra X 125 PGM-FI (Honda Susi = Supra Injeksi) atau Suzuki Shogun 125 FI. Lalu yang jadi pertanyaan, apakah CO di injeksi masih perlu diseting. Mengingat adanya faktor keausan material dan perbedaan suhu sekitar. Jelasnya, baca terusss!

                                                           



YAMAHA V-IXION

Setting di Bengkel Resmi

Meski ditegaskan pabrikan tak perlu lagi seting CO, namun para penyemplak V-ixion banyak yang penasaran. Pengin coba seting di bengkel resmi. Apalagi Yamaha sudah membekali tiap bengkel dengan alat pendiagnosa bernama FI Diagnostic Tool.

Secara teknis, bila alat ini dicolok ke salah satu kabel di ECU (Electronic Contol Unit), maka FI Diagnostic Tool akan memberi info lengkap. Tentang kondisi injeksi maupun komponen penunjang kerja injeksi. Termasuk info CO yang banyak jadi pegangan bikers.

“Pabrikan pasti menyetel CO itu dalam batas aman untuk regulasi emisi. Karena itu setel di angka 0,” kata Riswandi, Manager Education-Service, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Lebih lanjut beliau menjelaskan, bahwa untuk wilayah Indonesia pada umumnya cukup di angka itu.

“Tapi memang kadang ada konsumen minta tambah atau dikurangi. Tindakan itu tentu ada konsekuensinya,” lanjut Riswandi. Alat ini sendiri bertugas melakukan adjuster atau penyetingan dengan range (jarak) antara -30 sampai +30. Maksudnya bila angka dinaikkan atau (+) bertambah, artinya campuran gas bakar akan kaya bensin.

“Efeknya tenaga memang bertambah,” terang pria ramah ini lebih lanjut. Riswandi juga menjelaskan, bahwa jika penambahan ini dilakukan, berarti angka CO meningkat atau emisinya juga berlebih. Penambahan ini mungkin dapat dilakukan di daerah yang relatif dingin.

Oh ya, setiap penambahan satu angka maka yang terjadi adalah penambahan suplai bensin sebesar 0,05 cc lebih banyak dibanding sebelumnya. Sedangkan kalau angkanya dibuat minus atau di bawah 0, maka itu artinya miskin bahan bakar.

“Efeknya mungkin tarikan agak enteng tapi tidak bertenaga. Selain itu mesin juga akan lebih cepat panas,” lanjut pria yang bisa ditemui di DDS Jakarta, Jl. Letjen Suprapto, No. 402, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Alat diagnosa ini sendiri punya tiga kabel. Kabel hijau disambungkan ke self diagnostic yang posisinya di bawah jok, warna merah ke (+) aki dan hitam ke (-). Untuk seting CO, kunci kontak harus dalam kondisi ON atau nyala.


HONDA SUPRA X 125 PGM-FI

Disarankan Setingan Pabrik
Untuk Supra X 125 PGM-FI, prinsip kerja seting CO juga sama dengan Yamaha. “Kalau digeser plus jadi kaya bensin, namun polutan CO jadi tinggi,” kata Bejo, kepala mekanik Jakarta Honda Center. Tapi doi tetap menyarankan konsumen agar tetap mematuhi setingan CO sesuai pabrikan. Karena kondisinya sudah siap dengan berbagai kondisi alam Indonesia. “Lagian kan motor seperti itu nggak buat balapan,” kata Bejo.

                                       





SUZUKI SHOGUN 125 FI


Percaya Sensor Injeksi

Berbeda dengan produk lainnya, Suzuki lebih mempercayakan setingan yang sudah dipatentkan pabrikan. Maksudnya mekanik tak perlu repot harus melakukan pekerjaan ini, sementara konsumen tidak perlu khawatir kadar CO di motornya meningkat.

Tentu dari keterangan ini Suzuki bukan bermaksud mengatakan tak punya alat diagnosa. Tapi setingan yang sekarang, kadar CO motor ini sudah standar EURO II. Lagi pula injeksi kan lebih pintar, mudah perawatan dan didukung beberapa sensor.

“Nah, tugas sensor ini yang nanti memberi sinyal ke ECM, untuk selanjutnya memerintah regulator dan injector mengatur debit bensin ke ruang bakar. Makanya konsumen nggak usah khawatir. Kecuali jika ada kebocoron udara palsu di seputar throttle body,” ujar Josef Anthony, kepala instruktur training roda dua, PT Indomobil Suzuki International. Jadi begitu tugas sensor.



Penulis: Nurfil/KR15


Sumber: Otomotifnet.com

Lima Keunggulan Injeksi PGM-FI Dibanding Karburator


JAKARTA – Secara perlahan, sepeda motor dengan sistem pengabutan karburator mulai tergeser dengan sistem injeksi. Teknologi ini diyakini lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar dan rendah emisi sehingga ramah lingkungan.

Technical Training Department Head AHM, Handy Hariko, membeberkan sejumlah keunggulan teknologi Programme Fuel Injection (PGM-FI) dibanding karburator. Penjabaran ini diberikan pada Workshop Teknologi Sepeda Motor Honda.

"Teknologi ini lebih irit BBM, performa lebih baik, mesin mudah dihidupkan, mudah perawatan dan ramah lingkungan." ungkapnya di Astra Honda Training Center, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (17/4/2012).

Seperti diketahui, terdapat perbedaan cara kerja antara karburator dengan sistem injeksi. Pada karburator, bahan bakar mengalir dari tanki bahan bakar ke karburator secara gravitasi. Sedangkan PGM-FI, bahan bakar dipompa dari tanki bahan bakar ke injektor menggunakan pompa bahan bakar.

Selain itu, semburan bahan bakar keduanya pun berbeda. Pada karburator, semburan bahan bakar yang menuju ke ruang bakar terjadi karena efek dari venturi (penyempitan ruang) di karburator. Sedangkan PGM-FI, semburan bahan bakar yang menuju ke ruang bakar melalui bukaan injektor yang diatur secara elektronik.

Pada motor tipe karburator, pada umumnya masyarakat Indonesia terbiasa membersihkan karburator secara berkala, namun pada PGM-FI tidak perlu. Cukup penggantian saringan bensin setiap 48 ribu km.

Meski demikian, perawatan berkala pada sepeda motor PGM-FI tetap harus dilakukan agar tunggangan selalu dalam kondisi prima. Namun, yang perlu di garis bawahi adalah sistem PGM-FI yang tidak perlu dirawat secara berkala.

Sumber : okezone.com

Cara Pilih Ban Motor yang Masih Fresh



                                    

Sangat mudah menjumpai gerai atau toko yang menawarkan pilihan beragam jenis ban sepeda motor. Mulai dari yang buatan lokal dengan harga murah, sampai ban impor dengan harga selangit.

Lalu bagaimana cara dalam memilih ban yang masih fresh (baru) agar tidak salah dalam membeli. Marcomm Manager Planet Ban, Bagus Ardian, membagi tips mudah agar kita tak salah dalam membeli ban.

“Ketika memilih ban yang baru, sebaiknya diteliti dulu. Pilihlah ban yang dipajang berdiri bukan yang ditumpuk. Lalu pilih yang terlihat tidak berdebu. Ini cara paling mudah,” jelas Bagus Ardian kepada Okezone.

Bagus melanjutkan, setelah menemukan model atau merek yang cocok, cukup tekan permukaan ban dengan menggunakan ujung kuku. Jika ban itu bagus, akan mudah ditekan dan tidak terasa keras. “Tapi ban yang sudah lama, akan terasa keras seperti ban mati saat ditekan,” lanjut Bagus.

Agar terlihat segar, pasokan ban di outlet Planet Ban diperlakukan khusus. Seperti cara penyimpanan, cara men-display ban, lalu menghitung suhu udara, dan juga mengatur perputaran barang.

"Cara penyimpanan kami perlakukan khusus, dengan posisi ban yang berdiri semua. Suhu udara juga kami setel khusus. Tapi saya sebutkan berapa ukuran suhu udaranya. Penyimpanan sebuah ban tidak boleh ditumpuk dan jangan menyentuh lantai. Karena bisa merusak serat dan compone sebuah ban," bebernya lagi.


Tips Berkendara Saat Hujan

                                             
Mengendarai sepeda motor pada saat hujan atau pada saat kondisi jalan basah setelah hujan memerlukan metode mengemudi yang berbeda juga. Demi keamanan dan kenyamanan anda dalam berkendara, ada baiknya anda menyimak beberapa tips dibawah ini:

1. Penggunaan Jas Hujan

Salah satu perlengkapan penting bagi pengendara sepeda motor adalah jas hujan. Selain untuk melindungi tubuh anda dari basah, jas hujan juga dapat menambah perlindungan suhu tubuh anda dari cuaca dingin. Berhentilah sejenak di pinggir jalan untuk memakai jas hujan. Pastikan saat berhenti untuk memakai jas hujan, tidak mengganggu lalu-lintas. Sedikit tips untuk anda, gunakanlah jas hujan tipe baju (bukan ponco) karena lebih aman dan tidak berpotensi menyebabkan bahaya saat mengemudi.

2. Atur Kecepatan mengemudi

Bila hujan sedang lebat, kurangi kecepatan anda karena akan berpengaruh pada jarak pandang anda saat mengemudi. Anda disarankan untuk menutup kaca helm anda untuk melindungi mata dan muka anda dari guyuran air hujan. Jika anda merasa pandangan anda terganggu, anda dapat membuka kaca helm anda, apalagi jika anda memakai kaca helm gelap.

Selain untuk menyesuaikan jarak pandang, kecepatan mengemudi juga menjadi faktor penting dalam mengemudi saat sedang hujan. Karena traksi ban dan aspal menjadi berkurang anda tidak dapat menggunakan rem secara maksimal dan menikung dengan kecepatan tinggi. Tidak disarankan untuk menggunakan rem depan terlebih dahulu dalam pengereman karena dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan. Sedikit tips dalam pengereman, gunakan rem belakang terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan rem ban depan dengan halus.

3.Hindari Genangan Air

Melewati genangan air selain dapat menimbulkan cipratan yang dapat mengganggu pengemudi lain, juga dapat berpotensi bahaya karena lubang yang tidak dapat anda prediksi. Karena itu, faktor kecepatan mengemudi juga perlu diperhatikan.

4.Hindari pengereman mendadak (emergency brake)

Jika sampai harus melakukan pengereman, usahakan kaki bergerak seolah-olah seperti sifat Antilock Brake System, yaitu tekan-angkat. Jadi lakukan pengereman dengan cara menginjak pedal rem, lepaskan kemudian injak lagi. Lakukan beberapa kali dengan halus.

Sumber : www.mrmontir.com